Design Development

Menghadapi dan Mendidik Generasi Platinum Dengan Gadget

Apakah susah menghadapi anak generasi Platinum di era gadget? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Saya ingin berbagi pengalaman bagaimana menghadapi mereka, membentuk mereka sehingga jadi seperti sekarang ini. Perlu diingat karakter setiap anak berbeda dan cocok di anak saya tetapi belum tentu cocok di anak anda. Peran orang tua diperlukan. Dua bocah ini saat artikel ini ditulis  berumur 10 dan 7 dengan prestasi disekolah sangat-sangat memuaskan (banyak nilai 100 nya) ditambah dengan latihan fisiknya. Setidaknya memuaskan sampai sekarang ini.

Anak di generasi mereka ini penuh akan informasi, apalagi informasi yang sifatnya digital. Handphone, gadget lain, software, yotube itu sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Otak mereka terlatih mencerna berbagai informasi. Sebagai orang tua yang apakah kita akan membebaskan mereka mencerna berbagai informasi itu tanpa mengontrol mereka?

Berikut adalah cara saya menghadapi mereka. Tanpa marah, tetapi tegas, melanggar sebuah konsekuensi adalah punishment

  1. Laptop. Membiarkan mereka bermain tanpa batas sama saja menelantarkan mereka dan merusak fungsi tubuh serta motoriknya. Apa yang saya lakukan disini? Saya menjadi orang super tega. Menerapkan jam bermain! Jangan dilarang, tetapi terapkan waktunya. Anak- anak saya punya jadwal “agak” padat, les, taekwondo, renang. Kalau hari libur maka mereka biasanya memanfaatkan waktu sehabis bangun tidur pagi. Setelah sarapan dengan roti dan susu mereka bermain laptop masing2. Biasanya 2 Jam. Lebih dari ini ada punishmentnya. Sehabis itu stop, sabtu pagi dilanjutkan dengan taekwondo begitu juga minggu sorenya. Dari laptop ini pengalaman yang mereka dapat banyak mulai dari menjadi developer kecil dari game Roblox, minecraft, membaca tutorial, youtube bahkan sampai hacking!
    Jadwal main laptop mereka:
    – Setelah bangun tidur (hari libur 1-2 jam)
    – Sebelum makan siang atau sesudah. (biasanya salah satu saja di hari libur 1-2 jam)
    – Sore menjelang makan malam (sejam)
    – Colongan 1, ini biasanya pada hari sekolah sambil nunggu les atau latihan lainnya
    – Colongan 2, biasanya sebelum orang tua pulang kantor, begitu orang tua pulang mereka langsung sudahan
    Kapan belajarnya? Mereka belajar malam, PR dikerjakan biasanya sore atau malam, Sabtu Minggu pun belajar bila ada yang belum bisa dengan jam yang ditentukan terlebih dahulu. Biasanya mereka yang datang sendiri minta diajarin kalau merasa masih belum bisa.
  2. Handphone. Ini adalah gadget yang paling saya larang keras lebih dari sejam atau jangan dimainkan sama sekali. Makanya saya lebih mengarahkan untuk bermain di laptop. Walaupun mereka punya HP masing2, tetapi cuma boleh dikeluarkan saat liburan dan sedang dalam perjalanan jauh untuk membuang rasa jenuh mereka. Mereka berdua tukang rusuh kalau tidak dialihkan. Konsekuensi akibat berlebih dari main HP adalah tidak boleh menyentuh laptop dan gadget lain selama seminggu. Ketahuan lagi dapat hukuman seminggu lagi. Begitu seterusnya.Hukuman yang sama juga kalau memakai HP orangtua. Akibat punishment ini mereka malas menyentuh hp lagian kata mereka HP tidak asik.
  3. Game Console. Saya juga menghadiahkan GC ini sebagai bahan percobaan, tetapi tidak banyak yang bisa diceritakan disini. Nyaris tidak tersentuh game konsolnya. Biasanya main kalau saya yang suruh bermain ataupun mengenalkan game baru. Mereka terlanjur jadi fanboy Laptop karena memang saya yang mengarahkan di Laptop. Sejauh ini lebih mudah mengatur mereka dengan laptop. Bahkan pada menjadi Juara 1 lomba komputer sekolah
  4. Diskusikan akibatnya. Jangan pernah ragu untuk berdiskusi dengan mereka. Walaupun tubuh dan pikiran mereka anak-anak, tetapi mereka mampu menangkap maksud kita dengan cepat. Lebih baik bila dibarengi dengan komunikasi visual. Misalnya berlebihan bermain laptop atau hp, perlihatkan video anak cacat motorik kepada mereka sambil dibarengi penjelasan. Ini lebih mampu dicerna otak mungil mereka dibanding membentak dan melarang. Tidak lupa diselipkan kata “kamu mau jadi seperti itu?” . Tindakan ini bukan mengancam atau menakuti, tetapi memberi penjelasan terhadap dampaknya kepada mereka.
  5. Tega. Diawal, mereka juga sama seperti anak lain yang susah melepas handphone dan laptop. Tetapi tidak berlangsung lama, mereka langsung cepat berubah tanpa ribut dan tangis2an. Akibat seringnya gadget diambil mendadak dan diberikan pemahaman “main hari ini sampai puas tetapi besok tidak main lagi ATAU berhenti bermain sekarang dan besok bisa bermain lagi“Selalu berikan pilihan sehingga mereka dapat memutuskan sendiri jawabannya.. Disini mereka berpikir sendiri akhirnya memilih berhenti agar besok bisa bermain lagi. Bahkan sekarang berhenti tanpa disuruh lagi!!

Bagaimana dengan anak anda?

Facebook Comments

Pande Permadi

Pande Permadi. Hobby model kit diantaranya adalah Gundam. Kadang menggunakan C13, code13, root sebagai nicknamenya. Menyukai Linux sebagai OS Platform serta tertarik apapun yang berhubungan dengan Linux dan aplikasinya. Hal yang tidak disukai adalah Windows OS. Silahkan mengunjungi website resminya di www.pandepermadi.com

Komentar

Mungkin lebih tepatnya atau bisa juga dikatakan website ini sebagai blog pribadi. Sebagai pemilik website ini saya ingin memisahkan website pandepermadi.com yang crowded berisi profil dan portfolio kerja.

Stats

  • 0
  • 37
  • 0
  • May 3, 2020
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!